Monday, 2 November 2015

CONTOH ABSTRAK PENELITIAN (PERSONAL HYGIENE SERTA APD DENGAN TERJADINYA DERMATITIS KONTAK)



ABSTRAK

Dedy Pangestu. 11.12.007. Hubungan Personal Hygiene serta Alat Pelindung Diri (APD) dengan Terjadinya Dermatitis Kontak pada Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun Kecamatan Medan Marelan Tahun 2015. Program Studi Kesehatan Masyarakat Stikes Deli Husada Delitua.

Latar belakang : Pemulung adalah orang yang bekerja mengambil barang-barang bekas atau sampah tertentu untuk proses daur ulang. Salah satu masalah kesehatan pada masyarakat pemulung di TPA yang memerlukan perhatian serius adalah penyakit dermatitis kontak. Hasil survey pendahuluan di TPA Terjun kecamatan Medan Marelan menunjukkan bahwa 8 dari 10 pemulung di TPA Terjun menyatakan pernah mengalami penyakit dermatitis kontak. Resiko bahaya terhadap kesehatan pemulung semakin besar, dikarenakan pemulung yang tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan kebutuhan, serta minimnya ketidak pedulian mereka akan kebersihan diri sendiri. Penelitian ini bertujuan : untuk mengetahui hubungan personal hygiene serta alat pelindung diri (APD) dengan terjadinya dermatitis kontak  pada pemulung di TPA Terjun Kecamatan Medan Marelan Tahun 2015.

Metode : Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Jumlah populasi berjumlah 300 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara incidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 75 responden diambil sesuai kriteria inklusi. Data didapatkan dengan cara pengisian kuesioner. Kemudian, data dianalisis dengan komputerisasi.

Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat responden yang tidak mengalami dermatitis kontak ada sebanyak 27 orang (36.0%) dan responden yang mengalami dermatitis kontak ada sebanyak 48 orang (64.0%) dari 75 orang. Responden yang memiliki kebersihan kulit yang buruk ada sebanyak 28 orang (37.3%) dan yang memiliki kebersihan kulit yang baik ada sebanyak 47 orang (62.7%) dari 75 orang, dengan nilai p value = 0.012. Responden yang memiliki kebersihan tangan, kuku, dan kaki yang buruk ada sebanyak 58 orang (77.3%) dan yang memiliki kebersihan tangan, kuku, dan kaki yang baik ada sebanyak 17 orang (22.7%) dari 75 orang, dengan nilai p value= 0.018. Responden yang tidak memakai sarung tangan karet ada sebanyak 37 orang (49.3%) dan yang memakai sarung tangan karet ada sebanyak 38 orang (50.7%) dari 75 orang, dengan nilai p value = 0.038. Responden yang tidak memakai sepatu boot ada sebanyak 16 orang (21.3%) dan yang memakai sepatu boot ada sebanyak 59 orang (78.7%) dari 75 orang, dengan nilai p value = 0.027. Sehingga hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kebersihan kulit, kebersihan tangan, kuku, dan kaki, sarung tangan karet, dan sepatu boot dengan terjadinya dermatitis kontak, dilihat dari nilai p value lebih kecil daripada nilai p signifikansi α (0.05).

Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan personal hygiene serta alat pelindung diri (APD) dengan terjadinya dermatitis kontak  pada pemulung di TPA Terjun Kecamatan Medan Marelan Tahun 2015.

Kata kunci : Alat Pelindung Diri (APD), Dermatitis Kontak, Personal Hygiene

No comments:

Post a Comment