ABSTRAK
Dedy Pangestu. 11.12.007. Hubungan Personal Hygiene serta Alat Pelindung
Diri (APD) dengan Terjadinya Dermatitis Kontak pada Pemulung di Tempat
Pembuangan Akhir (TPA) Terjun Kecamatan Medan Marelan Tahun 2015. Program Studi
Kesehatan Masyarakat Stikes Deli Husada Delitua.
Latar belakang : Pemulung
adalah orang yang bekerja mengambil barang-barang bekas atau sampah tertentu
untuk proses daur ulang. Salah
satu masalah kesehatan pada masyarakat pemulung di TPA yang memerlukan
perhatian serius adalah penyakit dermatitis kontak. Hasil survey pendahuluan di TPA Terjun kecamatan Medan
Marelan menunjukkan bahwa 8 dari 10 pemulung di TPA Terjun menyatakan pernah
mengalami penyakit dermatitis kontak. Resiko bahaya terhadap kesehatan pemulung
semakin besar, dikarenakan pemulung yang tidak memakai Alat Pelindung Diri
(APD) yang sesuai dengan kebutuhan, serta minimnya ketidak pedulian mereka akan
kebersihan diri sendiri. Penelitian ini bertujuan : untuk mengetahui hubungan personal hygiene serta alat pelindung
diri (APD) dengan terjadinya dermatitis kontak
pada pemulung di TPA Terjun Kecamatan Medan Marelan Tahun 2015.
Metode : Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan
menggunakan desain penelitian cross
sectional. Jumlah populasi berjumlah 300 orang. Teknik pengambilan sampel
dilakukan secara incidental sampling
dengan jumlah sampel sebanyak 75 responden diambil sesuai kriteria inklusi.
Data didapatkan dengan cara pengisian kuesioner. Kemudian, data dianalisis
dengan komputerisasi.
Hasil
: Berdasarkan hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat responden yang tidak mengalami dermatitis kontak
ada sebanyak 27 orang (36.0%) dan responden yang mengalami dermatitis kontak
ada sebanyak 48 orang (64.0%) dari 75 orang. Responden
yang memiliki kebersihan kulit yang buruk ada sebanyak 28 orang (37.3%) dan
yang memiliki kebersihan kulit yang baik ada sebanyak 47 orang (62.7%) dari 75
orang, dengan nilai p value = 0.012.
Responden yang memiliki kebersihan tangan, kuku, dan kaki yang buruk ada
sebanyak 58 orang (77.3%) dan yang memiliki kebersihan tangan, kuku, dan kaki
yang baik ada sebanyak 17 orang (22.7%) dari 75 orang, dengan nilai p value= 0.018. Responden yang tidak
memakai sarung tangan karet ada sebanyak 37 orang (49.3%) dan yang memakai
sarung tangan karet ada sebanyak 38 orang (50.7%) dari 75 orang, dengan nilai p
value = 0.038. Responden yang tidak
memakai sepatu boot ada sebanyak 16 orang (21.3%) dan yang memakai sepatu boot
ada sebanyak 59 orang (78.7%) dari 75 orang, dengan nilai p value = 0.027. Sehingga hasil penelitian
menunjukkan ada hubungan kebersihan kulit, kebersihan tangan, kuku, dan kaki,
sarung tangan karet, dan sepatu boot dengan terjadinya dermatitis kontak,
dilihat dari nilai p value lebih
kecil daripada nilai p signifikansi α (0.05).
Kesimpulan
: Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan personal hygiene serta alat pelindung diri (APD) dengan terjadinya
dermatitis kontak pada pemulung di TPA
Terjun Kecamatan Medan Marelan Tahun 2015.
Kata kunci
:
Alat Pelindung Diri (APD), Dermatitis Kontak, Personal Hygiene
No comments:
Post a Comment